Memuat...
24 March 2026 15:59

Peran Kepribadian Ekstrovert dan Introvert dalam Membangun Relasi Sosial

Bagikan artikel

Konsep Kepribadian Ekstrovert dan Introvert

Kepribadian merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi cara individu berinteraksi dengan orang lain. Salah satu klasifikasi kepribadian yang paling dikenal adalah tipe ekstrovert dan introvert yang diperkenalkan oleh Carl Gustav Jung. Menurut Jung (1921), individu ekstrovert cenderung mengarahkan energinya ke dunia luar seperti aktivitas sosial dan interaksi dengan orang lain, sedangkan individu introvert lebih berorientasi pada dunia internal seperti pemikiran, refleksi diri, dan pengalaman pribadi. Perbedaan orientasi ini memengaruhi bagaimana individu membangun dan mempertahankan relasi sosial.

Penelitian menunjukkan bahwa tipe kepribadian memiliki hubungan dengan pola interaksi sosial seseorang. Individu dengan kecenderungan ekstrovert biasanya lebih aktif dalam komunikasi sosial, sementara individu introvert cenderung lebih selektif dalam memilih hubungan interpersonal (Anggraini & Abidin, 2020).

Peran Ekstrovert dalam Relasi Sosial

Individu ekstrovert umumnya dikenal sebagai pribadi yang terbuka, mudah bergaul, dan nyaman berada dalam lingkungan sosial. Menurut teori biologis kepribadian dari Eysenck (1967), individu ekstrovert memiliki tingkat aktivasi kortikal yang lebih rendah sehingga mereka cenderung mencari stimulasi eksternal melalui aktivitas sosial dan komunikasi interpersonal.

Dalam kehidupan sosial, karakteristik ini membuat individu ekstrovert lebih mudah membangun jaringan pertemanan yang luas serta aktif dalam berbagai kegiatan kelompok. Penelitian juga menunjukkan bahwa individu ekstrovert cenderung lebih sering terlibat dalam interaksi sosial dan memiliki tingkat keterlibatan sosial yang lebih tinggi (Prayitno & Ayu, 2018).

Peran Introvert dalam Relasi Sosial

Berbeda dengan ekstrovert, individu introvert cenderung lebih tenang dan reflektif dalam berinteraksi dengan orang lain. Mereka biasanya lebih menyukai percakapan yang mendalam dibandingkan interaksi sosial yang bersifat luas namun dangkal. Individu introvert juga membutuhkan waktu sendiri untuk memulihkan energi setelah melakukan interaksi sosial dalam waktu yang lama (Jung, 1921).

Meskipun demikian, introvert tetap mampu membangun hubungan sosial yang berkualitas. Penelitian menunjukkan bahwa individu introvert sering kali memiliki hubungan pertemanan yang lebih intim dan mendalam karena mereka cenderung lebih empatik serta reflektif dalam berkomunikasi (Kusumadinata & Hardiyanti, 2023).

Kesimpulan

Kepribadian ekstrovert dan introvert memiliki peran yang berbeda dalam membangun relasi sosial. Individu ekstrovert cenderung membangun jaringan sosial yang luas melalui interaksi yang aktif, sedangkan individu introvert lebih menekankan kedalaman dan kualitas hubungan interpersonal. Kedua tipe kepribadian tersebut tidak dapat dianggap lebih baik satu sama lain, melainkan memiliki cara yang berbeda dalam menjalin hubungan sosial. Memahami perbedaan ini dapat membantu individu membangun relasi sosial yang lebih sehat dan saling menghargai.

Temukan layanan asesmen psikologi terbaik hanya di biro psikologi resmi Assessment Indonesia, mitra terpercaya untuk kebutuhan psikotes.

 

Daftar Pustaka:

Anggraini, S., & Abidin, M. (2020). Sudut pandang individu introvert dan ekstrovert dalam berinteraksi sosial. JSHP: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 4(2), 120–126.

Eysenck, H. J. (1967). The Biological Basis of Personality. Springfield: Charles C. Thomas.

Jung, C. G. (1921). Psychological Types. London: Routledge & Kegan Paul.

Kusumadinata, A. A., & Hardiyanti, P. (2023). Kepribadian ekstrovert dan introvert dalam hubungan persahabatan melalui pendekatan komunikasi. Humanus: Jurnal Sosiohumaniora Nusantara, 1(1), 1–8.

Prayitno, S. H., & Ayu, S. M. (2018). Hubungan antara kepribadian introvert dan ekstrovert dengan speaking skill mahasiswa. Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 14(1), 45–53.

Bagikan