Memuat...
07 April 2026 11:42

Pengaruh Kepribadian terhadap Cara Individu Menyelesaikan Konflik dalam Hubungan

Bagikan artikel

Kepribadian sebagai Dasar Respons Konflik

Kepribadian merupakan pola karakteristik yang relatif stabil dalam diri individu yang memengaruhi cara berpikir, merasa, dan berperilaku (Feist & Feist, 2011; Burger, 2015). Salah satu teori yang paling banyak digunakan adalah Big Five Personality yang dikembangkan oleh McCrae dan Costa (1992), yang mencakup lima dimensi utama: extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, dan openness to experience .

Dalam konteks hubungan interpersonal, kepribadian berperan penting dalam menentukan bagaimana seseorang merespons konflik, apakah cenderung menghindar, menghadapi secara langsung, atau mencari kompromi.

Teori Gaya Penyelesaian Konflik

Menurut teori gaya manajemen konflik dari Thomas (1974) yang dikembangkan dalam model Thomas-Kilmann (dalam Barki & Hartwick, 2001), terdapat beberapa gaya penyelesaian konflik seperti avoiding, accommodating, competing, compromising, dan collaborating. Gaya ini dipengaruhi oleh perbedaan individu, termasuk kepribadian .

Penelitian oleh Safitri, Burhan, dan Zulkarnain (2014) menunjukkan bahwa dimensi kepribadian Big Five memiliki hubungan signifikan dengan gaya manajemen konflik. Misalnya, individu dengan agreeableness tinggi cenderung menggunakan gaya kompromi dan kolaborasi, sedangkan individu dengan neuroticism tinggi lebih sering menghindari konflik .

Peran Dimensi Kepribadian dalam Konflik

Setiap dimensi kepribadian memengaruhi cara individu menyelesaikan konflik secara berbeda:

  • Extraversion: Individu ekstrovert cenderung terbuka dan aktif dalam menyelesaikan konflik melalui komunikasi langsung.

  • Agreeableness: Individu yang tinggi pada dimensi ini lebih kooperatif dan berusaha menjaga hubungan dengan memilih kompromi.

  • Conscientiousness: Cenderung terorganisir dan rasional dalam mencari solusi yang adil.

  • Neuroticism: Individu dengan tingkat tinggi sering mengalami emosi negatif sehingga cenderung menghindari konflik atau bereaksi secara emosional.

  • Openness to Experience: Lebih fleksibel dan terbuka terhadap perspektif lain, sehingga lebih mudah menemukan solusi kreatif.

Hal ini sejalan dengan penelitian Darmia, Nadjamuddin, dan Indahari (2018) yang menunjukkan bahwa perbedaan tipe kepribadian berhubungan dengan tingkat konflik yang dialami individu dalam berbagai konteks relasi .

Implikasi dalam Hubungan Interpersonal

Perbedaan kepribadian sering menjadi sumber konflik, tetapi juga dapat menjadi kunci penyelesaian konflik yang efektif. Individu yang memahami karakter dirinya dan pasangan cenderung lebih mampu menyesuaikan strategi komunikasi dan resolusi konflik.

Dengan demikian, kesadaran terhadap kepribadian dapat membantu individu mengelola konflik secara lebih konstruktif dan menjaga kualitas hubungan.

Kesimpulan

Kepribadian memiliki pengaruh signifikan terhadap cara individu menyelesaikan konflik dalam hubungan. Melalui perspektif Big Five Personality (McCrae & Costa, 1992) dan teori gaya konflik (Thomas, 1974), dapat dipahami bahwa setiap individu memiliki kecenderungan unik dalam menghadapi konflik. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kepribadian diri dan orang lain menjadi kunci penting dalam menciptakan penyelesaian konflik yang sehat dan hubungan interpersonal yang harmonis.

Assessment Indonesia adalah biro psikologi resmi yang menjadi pusat asesmen psikologi terpercaya, serta vendor psikotes terbaik di Indonesia.

 

Referensi:

Darmia, R., Nadjamuddin, L., & Indahari, N. A. (2018). Tipe kepribadian Big Five dan konflik antara pekerjaan-keluarga perawat. Jurnal Psikologi Talenta, 3(2). https://doi.org/10.26858/talenta.v3i2.6515

Feist, J., & Feist, G. J. (2011). Teori kepribadian (Edisi 7). Jakarta: Salemba Humanika.

Safitri, R., Burhan, O. K., & Zulkarnain. (2014). Gaya manajemen konflik dan kepribadian. Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 8(2), 39–49. https://doi.org/10.32734/psikologia.v8i2.2771

Thomas, K. W. (1974). Conflict and conflict management. Dalam M. D. Dunnette (Ed.), Handbook of Industrial and Organizational Psychology. Chicago: Rand McNally.

Winahyu, P. (2016). Hubungan antara konflik intrapersonal dengan kinerja berdasarkan tipe kepribadian model lima besar. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia, 2(2), 203–224.

Bagikan