Memuat...
07 January 2026 15:03

Beda Hasil Antara Try Out Psikotes dan Psikotes Asli - Kenapa Bisa Begitu?

Bagikan artikel

Banyak orang merasa performa mereka lebih baik saat mengikuti try out psikotes dibandingkan ketika menjalani psikotes resmi dari perusahaan. Perbedaan hasil ini sebenarnya wajar dan dapat dijelaskan melalui berbagai faktor psikologis maupun situasional. Dengan memahami penyebabnya, peserta dapat mempersiapkan diri secara lebih realistis serta mengurangi kecemasan yang berlebihan.

 

Pengaruh Tekanan Situasi Nyata

Pada saat mengikuti try out, kondisi umumnya lebih santai. Tidak ada konsekuensi langsung dari skor yang diperoleh, tidak ada proses seleksi yang menentukan kelulusan, serta tidak ada tekanan untuk bersaing dengan peserta lain. Sebaliknya, pada psikotes resmi, peserta membawa ekspektasi, harapan, dan ketakutan akan kegagalan. Tekanan ini dapat memicu kecemasan performa (performance anxiety) yang berdampak pada menurunnya fokus, kecepatan berpikir, dan ketelitian dalam menjawab soal.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa situasi evaluatif yang bersifat nyata dan menentukan dapat menurunkan performa kognitif akibat meningkatnya beban mental, terutama pada tes yang memiliki batasan waktu.

 

Perbedaan Lingkungan dan Kondisi Fisik

Try out psikotes umumnya dikerjakan di rumah atau di lingkungan yang sudah familiar dan nyaman. Kondisi ini memberikan rasa aman sehingga individu dapat berpikir lebih jernih dan efisien. Sebaliknya, psikotes resmi sering kali dilakukan di tempat yang baru, dengan suasana ruang, pencahayaan, suhu, dan tingkat kebisingan yang berbeda dari kondisi sehari-hari. Perubahan lingkungan tersebut dapat memengaruhi konsentrasi dan meningkatkan persepsi stres.

Selain faktor lingkungan, kondisi fisik pada hari pelaksanaan psikotes seperti kurang tidur, kelelahan, atau tekanan dari aktivitas sebelumnya juga dapat berkontribusi terhadap penurunan performa.

 

Perbedaan Jenis Tes dan Sistem Penilaian

Try out psikotes yang tersedia secara daring umumnya merupakan simulasi yang tidak selalu sepenuhnya merepresentasikan format, tingkat kesulitan, maupun sistem penilaian yang digunakan oleh perusahaan. Pada psikotes resmi, soal dapat memiliki kompleksitas yang lebih tinggi, batas waktu yang lebih ketat, serta variasi item yang lebih luas.

Selain itu, perusahaan biasanya menggunakan sistem penilaian internal yang mempertimbangkan pola jawaban, konsistensi respons, serta parameter psikometrik lainnya. Aspek-aspek ini sering kali tidak tercermin dalam hasil try out psikotes umum.

 

Harapan yang Tidak Realistis

Skor try out yang tinggi kerap menumbuhkan rasa percaya diri berlebihan. Ketika hasil psikotes resmi tidak sejalan dengan ekspektasi tersebut, peserta dapat merasa kecewa atau menyalahkan diri sendiri. Hal ini terjadi karena  letry outbih banyak meningkatkan familiaritas terhadap tipe soal, bukan semata-mata kemampuan yang sebenarnya diukur.

Dalam konteks psikotes nyata, kemampuan berpikir secara fleksibel, regulasi emosi, serta ketenangan dalam menghadapi ketidakpastian memiliki peran yang lebih besar dibandingkan sekadar menghafal pola soal.

 

Faktor Motivasi dan Energi Mental

Try out biasanya dikerjakan pada waktu yang dipilih sendiri, ketika peserta merasa lebih siap dan memiliki energi mental yang optimal. Sebaliknya, psikotes resmi dilaksanakan pada jadwal yang telah ditentukan, yang belum tentu sesuai dengan ritme biologis atau kondisi psikologis peserta. Perbedaan tingkat energi dan kesiapan mental ini dapat memengaruhi hasil yang diperoleh.

 

Assessment Indonesia merupakan biro psikologi resmi yang menyediakan layanan asesmen psikologi profesional dan terpercaya, serta enjadi salah satu vendor psikotes terkemuka di Indonesia.

 

 

Referensi

Ackerman, P. L., & Kanfer, R. (2009). Test anxiety, cognitive ability, and personality: Predictions and interactions for performance on a complex task. Journal of Applied Psychology, 94(4), 936–945.

Chamorro-Premuzic, T., & Furnham, A. (2010). The psychology of personnel selection. Cambridge University Press.

Sackett, P. R., Lievens, F., Van Iddekinge, C. H., & Kuncel, N. R. (2017). Individual differences and their measurement: A review of 100 years of research. Journal of Applied Psychology, 102(3), 254–273.

Bagikan