Seiring bertambahnya usia, manusia mengalami banyak perubahan, baik secara fisik maupun psikologis. Tubuh menjadi lemah, peran sosial berkurang, dan lingkungan sekitar perlahan berubah. Semua itu bisa memunculkan perasaan kesepian dan kehilangan yang berujung pada depresi. Fenomena ini banyak dialami oleh para lanjut usia (lansia), terutama mereka yang tinggal di panti sosial atau hidup jauh dari keluarga.
Depresi pada lansia sering kali tidak disadari karena gejalanya berbeda dengan depresi pada orang muda. Lansia cenderung mengekspresikan depresi melalui keluhan fisik seperti sulit tidur, mudah lelah, dan kehilangan nafsu makan, ketimbang dengan menangis atau mengungkapkan kesedihan secara langsung. Jika dibiarkan, depresi dapat menurunkan kualitas hidup bahkan meningkatkan risiko bunuh diri pada kelompok usia lanjut. Karena itu, pendekatan psikologis yang tepat menjadi sangat penting dalam mendampingi mereka melewati masa tua dengan lebih bahagia dan bermakna.
Salah satu metode terapi yang terbukti efektif dalam membantu lansia mengatasi depresi adalah terapi reminiscence. Terapi ini mengajak individu untuk mengenang kembali pengalaman masa lalu, menceritakan kisah hidupnya, dan menghidupkan kembali kenangan-kenangan berharga yang membawa kebahagiaan. Melalui proses bercerita, lansia dapat menyalurkan emosi, memperbaiki citra diri, dan menemukan kembali makna hidupnya di masa kini.
Penelitian yang dilakukan oleh Setiawan dan rekan-rekan (2023) di Satpel Pusyansos Griya Lansia Garut memberikan gambaran menarik tentang efektivitas terapi ini. Dalam penelitian tersebut, para pegawai panti diberikan pendidikan kesehatan mengenai depresi agar mampu mengenali tanda-tanda gangguan psikologis pada lansia. Setelah itu, para lansia mengikuti sesi terapi reminiscence secara berkelompok. Kegiatan dilakukan dengan suasana santai, diiringi musik lembut. Setiap peserta mendapat kesempatan untuk menceritakan pengalaman hidupnya, mulai dari masa sekolah, pekerjaan pertama, hingga kenangan masa muda yang paling berkesan.
Hasilnya menunjukkan bahwa para lansia tampak lebih bersemangat dan bahagia setelah mengikuti sesi terapi. Mereka merasa dihargai karena kisah hidupnya didengarkan, dan muncul kembali rasa kebersamaan di antara sesama penghuni panti. Secara psikologis, terapi ini membantu menurunkan gejala depresi, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan kemampuan mereka untuk berinteraksi sosial. Peneliti juga mencatat adanya peningkatan pemahaman dan empati dari para pegawai panti setelah mengikuti pelatihan, yang memperkuat peran mereka dalam memberikan pendampingan emosional.
Efektivitas terapi reminiscence tidak hanya dibuktikan oleh penelitian di Indonesia, tetapi juga oleh berbagai studi internasional. Terapi ini terbukti mampu menurunkan tingkat depresi, meningkatkan fungsi kognitif, serta memperbaiki kualitas hidup lansia. Bahkan, kegiatan mengenang masa lalu dapat menumbuhkan rasa syukur, memperkuat identitas diri, dan memberikan makna baru terhadap kehidupan yang dijalani. Lebih dari sekadar mengingat masa lalu, terapi reminiscence sejatinya adalah cara untuk meneguhkan kembali rasa eksistensi dan kebahagiaan pada diri lansia. Ketika mereka diberi ruang untuk bercerita, tersenyum mengenang kisah masa mudanya, atau tertawa bersama teman sebaya, di sanalah proses penyembuhan emosional terjadi secara alami.
Dalam konteks pelayanan psikologis modern, pendekatan seperti ini menjadi bagian penting dari terapi psikososial yang berorientasi pada kemanusiaan. Terapi reminiscence membuktikan bahwa kebahagiaan tidak harus ditemukan di luar diri, melainkan dapat digali dari kenangan yang pernah memberi makna. Jika Anda ingin memahami lebih dalam tentang terapi psikologis, kesehatan mental, atau melakukan asesmen psikologi profesional bagi diri sendiri maupun orang terdekat, pastikan Anda mempercayakan kebutuhan tersebut pada lembaga yang berizin dan kredibel.
Temukan layanan asesmen psikologi terbaik hanya di biro psikologi resmi Assessment Indonesia, mitra terpercaya untuk kebutuhan psikotes.
Sumber:
Setiawan, D. K. A., Megantari, S. H., Hapsari, G. C., Putri, V. R., Arti, W. N., & Nurul, A. F. (2023). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terapi Reminiscence terhadap Penanganan Depresi pada Lansia. Universitas Padjadjaran.