Memuat...
08 April 2026 16:08

Peran Kepribadian dalam Menciptakan Komunikasi yang Asertif

Bagikan artikel

Pengertian Komunikasi Asertif dalam Perspektif Psikologi

Komunikasi asertif adalah kemampuan individu untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, dan kebutuhan secara jujur, langsung, dan tetap menghargai orang lain. Menurut Alberti dan Emmons (2017), asertivitas merupakan perilaku yang memungkinkan individu mempertahankan hak pribadi tanpa melanggar hak orang lain. Selain itu, Rathus dan Nevid (1986) menjelaskan bahwa perilaku asertif bukanlah sifat bawaan, melainkan keterampilan yang dapat dipelajari melalui pengalaman sosial. Dengan demikian, komunikasi asertif tidak hanya bergantung pada kemampuan komunikasi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor kepribadian individu.

Teori Kepribadian dan Kaitannya dengan Asertivitas

Salah satu teori yang relevan adalah teori tipe kepribadian dari Jung (1921) yang membedakan individu menjadi introvert dan ekstrovert. Penelitian oleh Pahmiah, Mubarak, dan Fadhila (2021) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku asertif antara individu dengan tipe kepribadian tersebut . Individu ekstrovert cenderung lebih mudah mengekspresikan pendapat secara terbuka, sedangkan introvert cenderung lebih berhati-hati dalam menyampaikan perasaan.

Selain itu, pendekatan konseling behavioral menekankan bahwa perilaku asertif dapat dikembangkan melalui latihan (Prabowo & Asni, 2018), yang menunjukkan bahwa kepribadian dapat berinteraksi dengan proses belajar dalam membentuk komunikasi asertif.

Peran Dimensi Kepribadian dalam Komunikasi Asertif

Kepribadian memengaruhi bagaimana seseorang menampilkan perilaku asertif dalam interaksi sosial. Individu dengan kepercayaan diri tinggi cenderung lebih mampu berkomunikasi secara asertif. Hal ini didukung oleh penelitian Yessi dan Oktaviana (2016) yang menemukan adanya hubungan signifikan antara kepercayaan diri dan perilaku asertif pada remaja.

Selain itu, individu yang memiliki kontrol emosi yang baik akan lebih mampu menyampaikan pendapat tanpa bersikap agresif atau pasif. Komunikasi asertif juga melibatkan kemampuan mendengarkan, menghargai perbedaan, serta menyampaikan pesan secara jelas dan sopan, yang semuanya dipengaruhi oleh karakter kepribadian.

Dengan kata lain, kepribadian menjadi fondasi penting dalam menentukan apakah seseorang mampu berkomunikasi secara tegas namun tetap empatik.

Implikasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi asertif berperan dalam menjaga hubungan yang sehat, baik dalam lingkungan keluarga, pendidikan, maupun pekerjaan. Individu yang asertif cenderung mampu menghindari konflik yang tidak perlu dan menyelesaikan masalah secara konstruktif.

Pengembangan komunikasi asertif juga dapat dilakukan melalui pelatihan atau pengalaman sosial, sehingga individu dengan berbagai tipe kepribadian tetap dapat meningkatkan kemampuan ini.

Kesimpulan

Kepribadian memiliki peran penting dalam membentuk komunikasi yang asertif. Berdasarkan teori Alberti dan Emmons (2017), Jung (1921), serta pendekatan behavioral, dapat disimpulkan bahwa komunikasi asertif merupakan hasil interaksi antara karakter kepribadian dan proses pembelajaran. Oleh karena itu, memahami kepribadian diri menjadi langkah awal untuk mengembangkan komunikasi yang jujur, terbuka, dan tetap menghargai orang lain.

 

Assessment Indonesia sebagai vendor psikotes profesional menyediakan layanan asesmen psikologi terbaik untuk perusahaan dan individu.

 

Referensi:

Alberti, R. E., & Emmons, M. L. (2017). Your perfect right: Assertiveness and equality in your life (10th ed.). Atascadero, CA: Impact Publishers.

Istiadah, F. N., Natawidjaja, R., & Farida, E. (2017). Efektivitas teknik pelatihan asertif dalam meningkatkan komunikasi interpersonal siswa. Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling, 2(2).

Pahmiah, P., Mubarak, M., & Fadhila, M. (2021). Perbedaan perilaku asertif ditinjau dari tipe kepribadian menurut Carl Gustav Jung. Jurnal Al-Husna, 2(1), 45–56. https://doi.org/10.18592/jah.v2i1.4617

Prabowo, A. S., & Asni. (2018). Latihan asertif: Sebuah intervensi yang efektif. INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling, 7(1), 85–94. https://doi.org/10.21009/insight.071.10

Yessi, Y., & Oktaviana, R. (2016). Hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku asertif pada remaja yatim di Palembang. Jurnal Ilmiah Psyche, 10(1), 1–10.

Bagikan