Memuat...
09 January 2026 11:13

Kesalahan Umum Peserta Saat Mengikuti Psikotes Online

Bagikan artikel

Ketidaksiapan Teknis sebelum Tes

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah kurangnya persiapan teknis sebelum tes dimulai. Banyak peserta langsung membuka tautan tes tanpa terlebih dahulu memeriksa kondisi perangkat, stabilitas koneksi internet, atau memastikan baterai perangkat dalam keadaan cukup. Padahal, tes berbasis daring sangat bergantung pada kelancaran sistem.

Gangguan seperti halaman yang tidak dapat dimuat, koneksi terputus, atau perangkat yang tiba-tiba melakukan restart dapat menimbulkan stres dan memengaruhi kualitas jawaban peserta. Selain itu, kandidat kerap mengabaikan instruksi teknis yang diberikan oleh penyelenggara tes, seperti penggunaan peramban tertentu atau larangan membuka tab lain. Akibatnya, kendala teknis yang sebenarnya dapat dicegah justru muncul di tengah proses pengerjaan.

 

Lingkungan yang Tidak Kondusif

Peserta sering mengerjakan psikotes online di lingkungan yang kurang mendukung, seperti ruang keluarga, kafe, atau tempat lain dengan tingkat kebisingan tinggi. Kondisi ini membuat fokus mudah terpecah. Tes kognitif, seperti penalaran numerik maupun verbal, menuntut konsentrasi yang optimal. Kehadiran orang lain, suara televisi, atau notifikasi dari ponsel dapat mengganggu alur berpikir dan menurunkan performa.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak menata ruang kerja sebelum tes dimulai. Meja yang terlalu penuh, pencahayaan yang kurang memadai, atau posisi duduk yang tidak nyaman dapat memengaruhi stamina mental. Meskipun tampak sepele, faktor-faktor ini berpengaruh terhadap ketahanan fokus, terutama pada tes dengan durasi yang panjang.

 

Tidak Mengelola Waktu dengan Baik

Meskipun psikotes daring umumnya dilengkapi dengan batas waktu yang jelas, banyak peserta tidak menerapkan manajemen waktu secara efektif. Sebagian peserta menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu soal, sementara yang lain justru mengerjakan soal dengan terburu-buru sehingga mengabaikan ketelitian.

Kecenderungan lain adalah membaca soal terlalu cepat dengan tujuan menghemat waktu. Akibatnya, peserta dapat salah memahami instruksi atau melewatkan informasi penting, khususnya pada soal penalaran atau analytical reasoning. Kesalahan dalam membaca instruksi merupakan salah satu penyebab paling umum dari rendahnya skor pada psikotes daring.

 

Jawaban Tidak Konsisten pada Tes Kepribadian

Pada tes kepribadian online, kesalahan yang sering muncul adalah kecenderungan memberikan jawaban yang dianggap “paling benar” atau sesuai dengan harapan perusahaan, bukan jawaban yang mencerminkan kondisi diri yang sebenarnya. Pola jawaban yang tidak konsisten dapat terdeteksi melalui mekanisme pengukuran yang digunakan dalam tes modern.

Sebagian besar tes kepribadian telah dilengkapi dengan indikator untuk menilai stabilitas respon, gaya menjawab, serta konsistensi antaritem. Ketika peserta terlalu berusaha membentuk citra diri tertentu, jawaban menjadi kurang autentik dan justru menurunkan kredibilitas hasil tes. Pada umumnya, perusahaan lebih menghargai kejujuran dan konsistensi jawaban dibandingkan kesan “terlalu sempurna” yang tidak realistis.

 

Mengabaikan Kondisi Fisik dan Emosional

Kesalahan lain yang kerap terjadi adalah mengerjakan tes dalam kondisi fisik atau emosional yang kurang optimal, seperti saat merasa lelah, sakit, atau mengalami stres berlebihan. Karena sifatnya daring, peserta sering merasa lebih bebas menentukan waktu pengerjaan tanpa mempertimbangkan kesiapan tubuh dan pikiran.

Padahal, psikotes membutuhkan kapasitas kognitif yang optimal. Kurang tidur, kelelahan, atau kecemasan yang tinggi dapat memperlambat proses berpikir dan menurunkan akurasi jawaban. Mengabaikan kondisi diri tersebut dapat menyebabkan hasil tes tidak sepenuhnya mencerminkan kemampuan sebenarnya.

 

Assessment Indonesia merupakan biro psikologi resmi yang menjadi pusat asesmen psikologi terpercaya serta vendor psikotes profesional di Indonesia.

 

 

Referensi

International Test Commission. (2020). Guidelines for technology-based assessment. International Test Commission.

King, A., O’Shea, D., & Dawson, J. (2019). Online recruitment testing and candidate experience: The role of technical issues and environmental factors. Computers in Human Behavior, 98, 123–131.

Meade, A. W., & Craig, S. B. (2012). Identifying careless responses in survey data. Psychological Methods, 17(3), 437–455.

Bagikan