Memuat...
20 January 2026 09:20

Bukan Sekadar Kehilangan Ayah: Luka Sosial Anak Fatherless

Bagikan artikel

Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk belajar mengenal dunia. Di dalam keluarga, peran ayah dan ibu sama-sama penting dalam membentuk kepribadian, sikap, dan kemampuan sosial anak. Namun, tidak semua anak tumbuh dengan kehadiran ayah secara utuh. Kondisi inilah yang sering disebut sebagai fatherless. Fatherless tidak hanya berarti ayah meninggal dunia, tetapi juga bisa terjadi ketika ayah tidak hadir secara emosional, jarang terlibat dalam pengasuhan, atau hubungan ayah dan anak tidak berjalan dengan baik. Di Indonesia, meningkatnya angka perceraian menjadi salah satu penyebab utama terjadinya fatherless. Kondisi ini berpotensi memberikan dampak pada perkembangan emosional dan sosial anak. Anak yang kehilangan peran ayah cenderung lebih rentan mengalami kecemasan, kesulitan berinteraksi, dan masalah perilaku

 

Pengertian Fatherless

Fatherless adalah kondisi ketika seorang anak tidak memiliki figur ayah yang berfungsi secara optimal dalam kehidupannya. Hal ini bisa terjadi karena perceraian, kematian, konflik keluarga, atau ayah yang secara fisik maupun emosional tidak terlibat dalam pengasuhan. Ayah memiliki peran penting dalam memberikan rasa aman, kedisiplinan, teladan perilaku, serta membantu anak memahami dunia luar. Ketika peran ini tidak hadir, anak berpotensi kehilangan salah satu sumber pembelajaran sosial yang penting, sehingga perkembangan kepribadiannya dapat terganggu

 

Perkembangan Sosial Anak

Perkembangan sosial adalah proses ketika anak belajar berinteraksi, memahami orang lain, bekerja sama, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan. Anak yang memiliki perkembangan sosial baik biasanya mampu berkomunikasi dengan percaya diri, menghargai orang lain, dan membangun hubungan yang sehat. Perkembangan sosial dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari diri anak, seperti kondisi emosi dan pengalaman hidup. Faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga, budaya, kondisi ekonomi, serta pola asuh orang tua. Kehadiran orang tua, terutama ayah dan ibu, sangat menentukan kualitas perkembangan sosial anak

 

Dampak Fatherless pada Anak

1. Dampak Emosional

Anak yang tumbuh tanpa figur ayah cenderung merasa kurang aman, mudah cemas, dan memiliki kepercayaan diri yang lebih rendah. Mereka bisa merasa kurang mendapatkan perhatian dan dukungan emosional, sehingga memengaruhi cara mereka mengekspresikan perasaan.

2. Dampak Sosial

Tanpa contoh perilaku dari ayah, anak dapat mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan teman sebaya, menyelesaikan konflik, dan membangun hubungan yang sehat. Beberapa anak bahkan cenderung menarik diri atau merasa kesepian.

3. Dampak Akademik dan Perilaku

Anak fatherless juga berpotensi mengalami penurunan motivasi belajar dan kesulitan berkonsentrasi di sekolah. Dalam beberapa kasus, anak bisa menunjukkan perilaku agresif atau kurang disiplin karena minimnya pengawasan dan pembinaan dari figur ayah

 

Peran Pengganti Ayah dalam Mendukung Anak

Walaupun anak mengalami kondisi fatherless, dampak negatif tersebut dapat dikurangi jika anak mendapatkan dukungan dari figur pengganti, seperti ibu, kakek, nenek, paman, guru, atau mentor. Figur ini dapat memberikan perhatian, bimbingan, dan rasa aman yang membantu anak tetap berkembang secara positif.Selain itu, dukungan dari lingkungan sosial dan kebijakan pemerintah, seperti akses pendidikan, layanan konseling, dan kegiatan positif di masyarakat, juga sangat penting untuk membantu anak mengembangkan potensi dirinya

 

Implikasi bagi Orang Tua dan Masyarakat

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak yang mengalami fatherless antara lain:

  1. Memberikan dukungan emosional secara konsisten.

  2. Mengajak anak aktif dalam kegiatan positif untuk membangun kepercayaan diri.

  3. Mengajarkan cara mengelola emosi dan menyelesaikan masalah dengan baik.

  4. Menciptakan lingkungan yang aman dan penuh perhatian.

  5. Menghubungkan anak dengan figur dewasa yang dapat menjadi teladan.

Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.


Assessment Indonesia menghadirkan layanan asesmen komprehensif yang didukung psikolog profesional dan instrumen terstandar untuk membantu perusahaan memahami potensi karyawan secara lebih mendalam karena memahami manusia berarti memahami masa depan organisasi.

 

Referensi

Susanti, R., & Ariyati, I. (2024). The effect of fatherless on children social development. Journal of Gifted Studies https://journal.scidacplus.com/index.php/jgs/

 

Bagikan