Pertanyaan apakah psikotes perlu diulang setiap tahun sering muncul, terutama dalam konteks rekrutmen, penilaian karyawan, atau kebutuhan administrasi tertentu. Untuk menjawabnya, kita perlu memahami konsep validitas, yaitu sejauh mana hasil tes tetap akurat dan relevan dalam menggambarkan kemampuan atau karakteristik seseorang. Tidak semua aspek psikologis berubah dengan cepat, sehingga kebutuhan mengulang tes sangat bergantung pada apa yang diukur.
Perubahan Kemampuan Kognitif dan Dampaknya pada Validitas
Tes kognitif umumnya memiliki validity stability yang cukup tinggi. Artinya, kemampuan seperti penalaran logis, kemampuan numerik, dan kecepatan berpikir tidak berubah drastis dalam waktu singkat pada orang dewasa. Penelitian menunjukkan bahwa skor kemampuan kognitif cenderung stabil selama beberapa tahun, kecuali terjadi faktor besar seperti penyakit neurologis, stres ekstrem berkepanjangan, atau perubahan signifikan dalam fungsi otak.
Karena itulah, banyak organisasi tidak mengulang tes kognitif setiap tahun, sebab hasil sebelumnya masih mencerminkan kemampuan individu secara cukup akurat.
Mengapa Tes Kepribadian Tidak Perlu Sering Diulang
Kepribadian relatif stabil dari tahun ke tahun. Dimensi seperti conscientiousness, extraversion, atau stabilitas emosi biasanya berubah perlahan dan dipengaruhi oleh pengalaman hidup jangka panjang, bukan fluktuasi pendek. Oleh karena itu, mengulang tes kepribadian setiap tahun biasanya tidak diperlukan.
Namun dalam beberapa kasus, seperti program pengembangan kepemimpinan atau ketika seseorang mengalami perubahan besar dalam hidupnya, tes kepribadian dapat diulang setelah beberapa tahun untuk melihat dinamika yang terjadi.
Situasi Ketika Psikotes Memang Perlu Diulang
Tes psikologi perlu diulang jika organisasi ingin memperoleh gambaran terbaru terkait performa mental dan emosional seseorang, terutama pada kondisi yang cepat berubah. Contohnya adalah asesmen stres kerja, kondisi kesehatan mental tertentu, atau evaluasi kesiapan kerja setelah masa istirahat panjang. Selain itu, perusahaan mungkin mengulang psikotes jika jabatan yang dilamar memiliki tuntutan yang sangat berbeda dari posisi sebelumnya.
Pada praktik rekrutmen, beberapa perusahaan lebih memilih tes ulang demi memastikan bahwa hasil yang diperoleh adalah representasi kondisi terbaru dan bukan sekadar hasil tes lama yang tidak lagi relevan.
Konsistensi Konteks dan Standar Penilaian
Validitas hasil psikotes juga dipengaruhi oleh konteks dan instrumen yang digunakan. Jika perusahaan mengganti alat tes, memperbarui standar kompetensi, atau menerapkan metode penilaian baru, peserta biasanya perlu mengikuti psikotes ulang agar hasilnya sesuai dengan sistem yang terbaru.
Dengan kata lain, psikotes tidak harus diulang setiap tahun, tetapi perlu diperbaharui ketika standar organisasi berubah atau kondisi psikologis individu diperkirakan mengalami perubahan signifikan.
Assessment Indonesia adalah biro psikologi resmi yang menjadi pusat asesmen psikologi terpercaya, serta vendor psikotes terbaik di Indonesia.
Referensi :
Chamorro-Premuzic, T., & Furnham, A. (2010). The psychology of personnel selection. Cambridge University Press.
Sackett, P. R., Lievens, F., Van Iddekinge, C. H., & Kuncel, N. R. (2017). Individual differences and their measurement: A review of 100 years of research. Journal of Applied Psychology, 102(3), 254–273.
Specht, J., Bleidorn, W., Denissen, J. J., Hennecke, M., & Hutteman, R. (2014). What drives adult personality development? A review of theory and empirical findings. European Journal of Personality, 28(3), 216–230.