Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Ada yang cepat memahami pelajaran, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menyerap materi. Namun, ketika seorang anak tampak kesulitan fokus, lambat dalam membaca atau menulis, atau sulit memahami perintah sederhana, mungkin bukan sekadar masalah minat belajar—melainkan tanda adanya gangguan pada aspek neuropsikologis. Di sinilah pentingnya memahami neuropsikologi, sebuah cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara fungsi otak dan perilaku manusia. Bidang ini membantu menjelaskan bagaimana perkembangan otak anak berpengaruh pada kemampuan belajar, berpikir, dan bersosialisasi.
Neuropsikologi berfokus pada cara kerja otak dalam memproses informasi, termasuk kemampuan berpikir logis, mengingat, berbahasa, mengontrol emosi, dan membuat keputusan. Pada anak-anak usia sekolah dasar (7–12 tahun), otak sedang berkembang pesat — terutama pada bagian yang mengatur fungsi eksekutif seperti perhatian, perencanaan, dan pengendalian diri. Menurut penelitian Pratiwi, Nursalim, dan Sujarwanto (2022), perkembangan fungsi otak anak-anak sekolah dasar sangat memengaruhi prestasi akademik mereka. Anak dengan gangguan pada fungsi neuropsikologis cenderung mengalami kesulitan belajar, terutama dalam hal membaca, menulis, berhitung, atau memusatkan perhatian. Bahkan, beberapa anak menunjukkan hambatan dalam keterampilan sosial karena otak belum berfungsi optimal dalam mengatur emosi dan komunikasi.
Dalam penelitian yang dilakukan di SDN Kepanjen 1 Jombang terhadap 116 siswa, para peneliti membagi peserta menjadi dua kelompok: 60 siswa dengan prestasi belajar rendah dan 56 siswa berprestasi tinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa perbedaan prestasi tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh faktor lingkungan atau motivasi belajar, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi neuropsikologis anak. Beberapa temuan menarik antara lain:
-
Siswa dengan gangguan memori, bahasa, dan perhatian cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih rendah.
-
Anak laki-laki lebih banyak mengalami kesulitan belajar dibandingkan anak perempuan.
-
Adanya riwayat kesulitan belajar dalam keluarga juga meningkatkan kemungkinan anak mengalami gangguan serupa.
Dengan kata lain, faktor biologis dan psikologis saling berhubungan erat dalam menentukan kemampuan belajar anak. Maka dari itu, pendekatan pendidikan dan terapi pun perlu mempertimbangkan kondisi otak dan perkembangan neuropsikologis setiap siswa.
Ketika gangguan belajar tidak segera ditangani, dampaknya bisa meluas, anak kehilangan kepercayaan diri, sulit bersosialisasi, bahkan menghindari kegiatan belajar sama sekali. Oleh karena itu, asesmen psikologis dan pemeriksaan neuropsikologi sangat penting dilakukan sedini mungkin. Melalui asesmen ini, psikolog dapat mengidentifikasi fungsi kognitif yang mengalami hambatan, kemudian memberikan rekomendasi terapi yang sesuai. Beberapa intervensi yang umum dilakukan antara lain terapi kognitif, latihan konsentrasi, serta pelatihan keterampilan belajar berbasis perilaku. Pendekatan seperti ini tidak hanya membantu anak mencapai prestasi akademik yang lebih baik, tetapi juga menumbuhkan kemampuan mengelola emosi dan berpikir secara positif. Dengan pemahaman yang komprehensif terhadap kondisi neuropsikologis, guru dan orang tua dapat bekerja sama lebih efektif dalam mendukung perkembangan anak.
Pendidikan bukan sekadar soal kemampuan kognitif, tetapi juga keseimbangan antara aspek emosional dan biologis anak. Perhatian guru, dukungan orang tua, serta peran tenaga profesional seperti psikolog menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas sekaligus sehat mental. Anak-anak dengan kesulitan belajar bukan berarti tidak pintar. Mereka hanya membutuhkan cara belajar yang sesuai dengan cara kerja otaknya. Dengan pendekatan neuropsikologi, potensi setiap anak dapat digali secara optimal sesuai dengan keunikan mereka masing-masing.
Jika Anda ingin memahami lebih dalam mengenai kondisi psikologis anak, potensi belajar, atau melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi hambatan sejak dini, pastikan Anda melakukannya di lembaga profesional yang terpercaya. Temukan layanan asesmen psikologi terbaik hanya di biro psikologi resmi Assessment Indonesia, mitra terpercaya untuk kebutuhan psikotes.
Sumber:
Pratiwi, E. Y. R., Nursalim, M., & Sujarwanto. (2022). Penerapan Neuropsikologi Terhadap Pemecahan Masalah Perilaku Belajar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6(4), 5918–5925. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3165